Tahu tidak, kalau rasa malas itu justru menghabiskan energi. Tapi kalau kita sedang bersemangat, seluruh sel otak dan otot hidup dan siap bekerja. Ibarat pasukan tempur, maka pasukannya ini sudah tidak sabar lagi untuk maju ke medan perang. Pekerjaan apapun dapat dilakukan dengan mudah seolah-olah kita punya energi yang luar biasa dahsyat.
Semangat, kerja keras dan pengabdian seluruh elemen bangsa kini sangat diperlukan. Apalagi setelah saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat dan Jambi diguncang dengan gempa yang memporak porandakan seluruh tatanan masyarakat yang ada. Segalanya harus dimulai dari nol lagi. Membangun dari dasar lagi. Mewujudkan bangunan baru yang lebih kokoh dan lebih tahan terhadap gempa. Mengembalikan jati diri bangsa kita.
Kerja Keras adalah Energi Kita. Tak dapat dipungkiri lagi, seseorang akan memiliki extra energi bahkan sampai lupa waktu saat sedang bekerja keras. Bandingkan dengan mereka yang kerja malas. Seolah-olah waktu berjalan sangat lambat dan tak berakhir. Energinya serasa terkuras habis, lemah dan tak berdaya.

Biasanya apabila terjadi sesuatu yang kurang baik, kita selalu menamakannya sebagai adzab atau cobaan. Dan bila terjadi sesuatu yang baik, kita menganggapnya anugerah atau rahmat tapi inipun termasuk cobaan juga.