Kerja Keras Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Tahu tidak, kalau rasa malas itu justru menghabiskan energi. Tapi kalau kita sedang bersemangat, seluruh sel otak dan otot hidup dan siap bekerja. Ibarat pasukan tempur, maka pasukannya ini sudah tidak sabar lagi untuk maju ke medan perang. Pekerjaan apapun dapat dilakukan dengan mudah seolah-olah kita punya energi yang luar biasa dahsyat.

Semangat, kerja keras dan pengabdian seluruh elemen bangsa kini sangat diperlukan. Apalagi setelah saudara-saudara kita di Padang Sumatera Barat dan Jambi diguncang dengan gempa yang memporak porandakan seluruh tatanan masyarakat yang ada. Segalanya harus dimulai dari nol lagi. Membangun dari dasar lagi. Mewujudkan bangunan baru yang lebih kokoh dan lebih tahan terhadap gempa. Mengembalikan jati diri bangsa kita.

… continue reading this entry.

Kerja Keras Adalah Energi Kita

SuccessKerja Keras adalah Energi Kita. Tak dapat dipungkiri lagi, seseorang akan memiliki extra energi bahkan sampai lupa waktu saat sedang bekerja keras. Bandingkan dengan mereka yang kerja malas. Seolah-olah waktu berjalan sangat lambat dan tak berakhir. Energinya serasa terkuras habis, lemah dan tak berdaya.

Beberapa pebisnis memang menyarankan untuk bekerja cerdas daripada bekerja keras. Tapi kalau saya ditanya, seseorang yang bekerja keras maka itulah orang yang cerdas. Justru mereka yang tidak bekerja keras yang cenderung tidak cerdas

Saat ini sebuah perusahaan perminyakan nasional tengah menggenjot semangat seluruh divisi dan timnya untuk bekerja keras. Anda lihat, bukti nyata menunjukkan bahwa Pertamina, sebuah perusahaan raksasa negeri ini menyarankan semua karyawannya untuk bekerja keras. Selengkapnya baca disini artikel : Kerja Keras adalah Energi Kita

Horee… Nomor Satu!!

Nomberone

Alhamdulillah.. luar biasa! Akhirnya blog saya berhasil nongkrong di peringkat teratas hasil pencarian google.co.id untuk kata kunci mengembalikan jati diri bangsa. Hasil ini saya dapatkan hari ini saat saya menulis artikel ini.

… continue reading this entry.

Adzab, Cobaan atau malah Anugerah?

BencanaBiasanya apabila terjadi sesuatu yang kurang baik, kita selalu menamakannya sebagai adzab atau cobaan. Dan bila terjadi sesuatu yang baik, kita menganggapnya anugerah atau rahmat tapi inipun termasuk cobaan juga.

Jadi, sesuatu yang terjadi pada kita itu apa? Dan bagaimanakah cara mengenalinya?

Jika saya yang ditanya, maka saya akan menjawab tergantung bagaimana anda melihatnya. Sesuatu yang buruk, belum tentu bencana. Tapi sesuatu yang baik juga belum tentu rahmat. Bahkan saya berani bilang kalau apapun yang terjadi pada diri kita, keluarga kita, bangsa kita dan umat manusia adalah sebuah kebaikan yang diberikan Allah pada kita.

Baca selengkapnya di Adzab, cobaan atau anugerah?

Alhamdulillah Nomor 2

Setelah sempat hilang dan terpuruk di halaman 3 hasil pencarian google untuk kata kunci mengembalikan jati diri bangsa, sekarang Lutvi Avandi berhasil maju ke urutan nomor 2 kata kunci tersebut.

Sebuah hasil yang cukup menggembirakan, apalagi jika melihat pesaing tingkat pertamanya hanya sebuah blog dari blogspot. Tapi meski begitu, lutvi tidak boleh lengah. Harus tetap fokus mengoptimalkan situs agar hasil pencarian nomor 1 bisa direbut kembali.

Memang kemarin ada pelajaran sangat berharga terkait dengan hilangnya LA.com dari halaman pertama. Ketika upgrade WordPress, rupanya privacy blognya berubah menjadi disallow all. Alias blog memblokir semua robot search engine.

Masih untung bisa nongol di halaman 3, biasanya sih udah lenyap tak berbekas. Jadi sekarang musti ekstra hati-hati. Persaingan kian tajam, kemampuan gerak harus ditingkatkan

 

« Entri lama